Sabtu, 19 Januari 2013
Munajat Ibn Athaillah (dikutip dari pengantar buku Latha'if al-Minan)
Sebagaimana format blog saya ini (gajepedia) yang tidak menekankan pada satu tema tertentu saja, akan tetapi apapun itu asalkan saya mau menulis akan saya posting. Nah, pada kesempatan ini saya akan posting yang bertemakan religius, yaitu sebuah munajat dari seorang Imam Besar Ibn Athaillah al-Sakandari. Munajat ini saya kutip dari pengantar bukunya yang berjudul latha'if al-minan (Rahasia Yang Maha Indah). Semoga bermanfaat bagi para pembaca dan juga saya aminn.
Jumat, 14 Desember 2012
Bingung Ngasih Judul Apa
Seperti biasa, dan gue yang
emang biasa-biasa aja ini akan menulis. Menulis, sebenarnya gue sama sekali gak
suka menulis, tapi justru karena gue gak suka nulis saya mencoba untuk menulis.
Pada hakikatnya (ceileh), menyelami sesuatu yang gak kita suka itu adalah
kegiatan yang salah, karena apapun itu, kalo kita gak menyukainya kita akan
melakukannya hanya sebatas kemampuan kita.
Sabtu, 24 November 2012
Sabtu, 03 November 2012
Selasa, 23 Oktober 2012
Pagi
Pagi biasa, tak berbeda
Embun masih melayang
Angin masih dingin
Daun masih hijau menetes
Aku pun masih terdiam terlelap
Di kehampaan mimpi tersesat
Aku masih di pagi
Menanti mentari nanti menyapa
Ya, aku masih di pagi
Aku masih terpaku
Menatap di teras kejauhan rindu
Sambil mengangkat pilu panas secangkir
Ku tiup sehembus demi sehembus
Hingga hilang panasnya
Hingga terasa hangatnya
Hingga mampu ku hirup
Sehirup demi sehirup pilu itu ku minum
Rasanya manis
Tidak pahit seperti yang ku duga
Ku nikmati secangkir pilu itu
Tak tersadar tetes air mata menyapa
“Kamu menikmatinya?”
Aku bilang
“Ya, bahkan jika ada satu cangkir lagi, akan
ku habiskan semua”
Dan air mata itu pergi
Merasa tak berguna katanya
Haha, aku tak perlu tangis
Ini hanyalah secangkir pilu manis
Di pagi
Palangkaraya, 16 Oktober 2012
Gema ds
Senin, 15 Oktober 2012
Sesak
Sesak napas
seperti dilempar ke langit
Suara tak
lagi terdengar bahkan tersayup sedikit, hampa
Karena
semakin terhimpit pilu menyesak
Bintang
rembulan berubah hitam
Dan aku
tersesak
Tenggelam
dalam lembut kehampaan
Cinta
berkobar berubah redup mengerut
Sang mentari
hilang dalam senyumku sendiri
Senyum yang karena
habis sudah air mata
Senyum yang karena
dukaku menari riang di kepala
Berputar-putar
mengikat cinta yang sebenarnya sekedar rindu
Dalam
renungku selalu mengingat kamu
Di saat sebelum
sutra hitam itu melilit tubuhmu
Inginnya
semua kembali
Melegakan
semua sesak yang semakin menyesak ini
Apa katamu?
Melegakan
semua sesak?
Menghilangkan
semua sesak?
Aku di sini
tenggelam
Aku di sini
akan mati
Sedang kamu
sibuk sendiri mengikat hitam sutra itu
Tak ada di
dunia ini yang bisa menawar racun ini
Kecuali
racun itu sendiri
Dan racun
itu adalah kamu
Palangkaraya, 11 - 10 - 2012
Gema ds
Selasa, 25 September 2012
Cara Mengetahui Seseorang Berbohong
Siapa yang sering dibohongi? Eh,
gak jadi, pertanyaannya terlalu menjurus, gini aja, siapa di antara kalian yang
pernah dibohongi? Saya yakin pasti semuannya pernah dibohongi, entah itu orang
yang baru kita kenal, teman, sahabat, atau bahkan pacar. Dan banyak orang yang
baru sadar dia dibohongi setelah dia menemukan bukti nyata bahwa dia dibohongi
(ya iya lah), hehe.
Senin, 24 September 2012
Selasa, 11 September 2012
Samudera di Atas Awan (Part1)
Maaf, ceritanya sangat gaje, dan saya potong secara paksa dan brutal, akibat saya malah bingung sendiri dan tenggelam dalam ke-gaje-an saya sendiri. so, enjoy.
Samudera di Atas Awan
Bisik-bisik dedaunan yang
terhembus belai lembut sang angin malam, kelelawar yang bergerombol semakin
menghitamkan langit malam, dan di bawah pohon kamboja itu, Sarah diam di
kedalaman sepinya.
Minggu, 12 Agustus 2012
Ketidakpastian dan Keyakinan
Setiap saya siap untuk menulis,
sebenarnya saya juga gak tahu apa yang akan saya tulis. Biasanya, asal-asalan
aja, “tanpa alur yang jelas” bahasa ilmiahnya, syukur-syukur kalo isinya bermanfaat
(emang ada?). Aneh ya, emang aneh. Jadi, mau nulis apa nih? Tau ah, dark.
Hmm, ngomong-ngomong masalah
dark (gelap), saya jadi ingat sebuah kalimat jaman dulu yang dipopulerkan oleh
R. A. Kartini, “habis gelap terbitlah terang,” artinya, kalo gelapnya udah
selesai, selanjutnya pasti terang. Yakin? Gak juga sebenarnya, seandainya
gelapnya gak abis-abis gimana? Ya, terangnya juga gak muncul-muncul.
Langganan:
Postingan (Atom)